Home covid-19 Fitur Pelacakan Covid-19 di Iphone

Fitur Pelacakan Covid-19 di Iphone

145
0
SHARE
Fitur Pelacakan Covid-19 di Iphone

Apple telah menggelontorkan kembali pembaruan atau update sistem operasi (OS) untuk para pengguna iphone 11. Setelah sebelumnya pada pertengahan Agustus lalu merilis iOS 13.6.1, kini perusahaan teknologi asal Cupertino, California, Amerika Serikat ini merilis pembaruan iOS versi 13.7.

Apple dalam pembaruan kali ini menghadirkan sebuah fitur baru yang berhubungan dengan pandemic Covid-19, yaitu Exposure Notifications. Fitur ini seperti namanya yang mampu mengingatkan pengguna saat merasa sedang berada dalam radius pengguna lainnya yang telah terpapar Covid-19. Fitur pelacakan COVID-19 ini berfungsi untuk memberi tahu pengguna iPhone, saat orang yang pernah berinteraksi dalam rentan 14  hari, mendadak dinyatakan positif Covid-19.

Pengguna fitur ini nantinya akan mendapatkan notifikasi tersebut lalu bisa melakukan isolasi mandiri atau segera memeriksakan diri untuk memastikan apakah positif Coronavirus atau tidak. Untuk lebih jelasnya, berikut dibawah ini beberapa fakta menarik tentang fitur Exposure Notifications, diantaranya yaitu :

1. Mengandalkan Application Programming Interface (API)

Fitur ini dihadirkan dengan mengandalkan Application Programming Interface (API) yang digodok Apple serta Google. Dengan begitu mereka yang menggunakan iPhone tidak perlu repot repot menginstall aplikasi contact tracing pihak ketiga seperti pada aplikasi TraceTogether dari Singapura atau PeduliLindungi dari Indonesia untuk melacak pasien Covid-19. Fitur ini sendiri bisa diaktifkan atau dinonaktifkan melalui halaman pengaturan atau settings.

Melalui koneksi Bluetooth ini nantinya perangkat iPhone akan membuat identitas acak atau disebut random ID lalu membagikannya pada perangkat lain yang ada disekitar serta sekaligus mengumpulkan ID dari perangkat lainnya. Apple juga menjelaskan bahwa akan dihapusnya random ID setelah 14 hari.

2. Exposure Notification Mengandalkan Bluetooth

Exposure Notification secara teknis mengandalkan Bluetooth untuk bisa mendeteksi perangkat pengguna lainnya yang berada dalam jangkauan. Apple dan Google sesumbar tidak menggunakan data GPS untuk melacak pasien Covid serta mengutamakan privasi penggunanya.

Saat pengguna tengah berdekatan dengan orang yang positif Covid-19, maka mereka akan mendapatkan notifikasi serta petunjuk tentang apa saja yang harus dilakukannya supaya bisa tetap terhindar dari penyakit menular tersebut.

Meski begitu supaya bisa bekerja dengan optimal, fitur ini tetap membutuhkan kerja sama dari otoritas kesehatan di negara yang bersangkutan. Pasalnya hanya otoritas kesehatan saja yang mampu memasukkan data Covid-19 ke ponsel pengguna saat mereka dinyatakan positif corona.

3. Data Tersimpan Secara Lokal Di Ponsel Pengguna Bukan Secara Online Di Server

Adapun nanti data tersebut akan tersimpan secara lokal di ponsel pengguna, bukan secara online didalam server atau cloud. Proses untuk memasukkan data riwayat Covid-19 itu juga harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari sang pemilik ponsel. Dengan begitu akan tetap terjaganya privasi data pengguna. Didalam fitur ini tidak adanya data pribadi seperti identitas atau alamat pengguna.

4. Sistem Pelacak Covid-19 Juga Dibawa Ke Pembaruan iPadOS

Terlepas dari itu, pembaruan iOS 13.7 ini sendiri sudah mulai disalurkan Apple ke sejumlah perangkat lain yang didukung. Sistem pelacak Covid-19 tidak hanya dibawa ke iPhone saja tetapi juga ke pembaruan iPadOS.

Untuk melakukan pembaruan, pengguna hanya perlu memilih menu “Settings”, kemudian pilih “General” lalu pilih menu “Software Update”. Disana, tinggal pilih opsi “Download and Install.’’

Sebagai catatan, fitur Exposure Notifications ini baru bisa berfungsi saat pengguna telah mengunduh aplikasi kesehatan yang didaftarkan oleh otoritas kesehatan setempat serta memiliki akses ke API dari Apple dan Google.